Masyarakat Wae Keccee Berharap Bisa Meningkatkan Produktivitas Pertanian Setelah Adanya Embung Air

Trans media Sulawesi.blogspot.com
0
TransMediaSulawesi Bone#
Pemerintah Desa Wae Keccee, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan membangun embung air. Bahkan pembangunan itu mampu mengatasi krisis air di desa, yang sebelumnya selalu terjadi saat musim kemarau.
Kepala Desa Wae Keccee, yakni Muktar mengatakan desanya yang dulunya pernah kesulitan air saat musim kemarau. Dan kini sudah tak dirasakan lagi. Senin(13/1/2020).
Pemerintah desa membangun embung air melalui sumber dana APBN Dana Desa tahun 2019. Embung itu berukuran 31 x 13 meter dengan kedalaman ±4 meter yang terletak persis dekat area persawahan.Bahwa lahan pertanian tak bisa lepas dari ketersediaan air. Mengelola air untuk pertanian pun tak semudah yang dibayangkan. Jika musim penghujan, lahan pertanian yang terairi secara berlebihan akan membuat tanaman pertanian menjadi busuk. Sebaliknya, di musim kemarau jika ketersediaan air kurang maka akan menyebabkan kekeringan dan tanaman akan mati.
Saya pesan kepada petani dan masyarakat agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai karena ini kan manfaatnya selain buat petani juga masyarakat bisa menggunakan air di sini saat kekeringan," Ucap Muktar kepala desa wae keccee.Di lain tempat,sala satu warga desa wae keccee, yakni Jamaludding yang di konfirmasi mengenai adanya embung didesa tersebut menyampaikan,"bahwa kami sangat senang dan bersyukur sekali adanya embung air dibangun di dusun maroangin desa Wae Keccee, agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian , karena semu sawah yang ada didusun ini merupakan area pertanian tadah hujan.
Dan semua warga disini sudah menikmati dan merasakan mamfaatnya embung desa ini, tidak ada lagi merasa was was akan terjadi kekeringan apabila kemarau terjadi pada saat musim tanam dan kami juga mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada pemerintah desa.Lanjut Jamaludding menambahkan, bahwa kepala desa wae keccee betul betul mengedepankan kualitas bangunan bukan hanya membangun asal jadi, sedangkan pembangunan rabat beton di tahun 2018 , dengan volume 500 meter , masih nampak kokoh hingga saat ini belum ada yang kelihatan berhamburan pasir-pasirnya kayak kekurangan semen ,  bisa kita check up langsung"Ucap Jamaludding
(Rustan)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)