Ketua MUI Bone,Teteskan Air Mata Sampaikan Maklumat Bersama

Trans media Sulawesi.blogspot.com
0
TransMediaSulawesi,Bone-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, Amir HM, menghadiri talk show di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Bone Beradat 97,7 Fm, di Jalan Ahmad Yani Watampone, Jumat (17/4/2020).
Kehadiran Ketua MUI di LPPL Radio SBB Fm untuk menyampaikan Maklumat Bersama tentang sejumlah kegiatan berjamaah di Masjid untuk sementara ditiadakan. Karena mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 yang hingga saat ini sangat meresahkan masyarakat.Saat menyampaikan Maklumat Bersama tersebut ke pendengar SBB Fm, Amir sempat meneteskan air mata. Karena merasa sedih. Sejumlah kegiatan keislaman terpaksa harus ditiadakan demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 termasuk meniadakan Salat Tarawih dan Idulfitri.

"Siapa yang tidak merasa sedih, siapa yang tidak merasa sengsara apabila melihat masjid-masjid kita kosong, tapi kami dari Majelis Ulama terpaksa kami ambil langkah ini, untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi," jelas Prof Amir sambil meneteskan air mata.

Lanjut Amir berharap, imbauan ini bisa dipahami dan bisa disadari semua, agar daerah Kabupaten Bone tidak masuk zona merah dan tidak ada masyarakat positif Corona.

Sekadar diketahui, Forkopimda Kabupaten Bone bersama sejumlah tokoh-tokoh agama telah bersepakat dalam maklumat bersama agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang di masjid.

Adapun 5 isi maklumat tersebut yakni, tidak melakukan Salat Jumat dan Salat berjamaah lainnya di masjid, tidak melaksanakan salat berjamaah sunnah Tarawih dan seluruh jenis kegiatan keagamaan di masjid, tidak melaksanakan salat Idulfitri 1441 Hijriah di masjid, lapangan, musalah, dan tempat lainnya.

Tidak hanya itu, Maklumat Bersama itu juga berisi bahwa, pengumpulan zakat fitrah, infaq, dan sedekah dipercepat melalui UPZ agar dapat dimanfaatkan oleh mustahiq dan diharapkan agar seluruh masyarakat dapat mematuhi dan melaksanakan maklumat ini dengan sebaik-baiknya untuk keselamatan bersama.
"Maklumat ini akan diterapkan hingga betul-betul bisa dipastikan akan berakhir, dan apabila sebelum Ramadan kondisi sudah normal kembali maka tentu akan ditinjau kembali. Jadi mari kita sama-sama berdoa agar bencana ini segera berakhir," kuncinya. Lp.BonePos(her/ril)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)