BBM Jenis Premium Resmi Dihapus, Kendaraan Pribadi di Bone Diarahkan

Trans media Sulawesi.blogspot.com
0
TransMediaSulawesi,Bone-Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium resmi dihapus. Di Kabupaten Bone sendiri, kebijakan ini resmi berlaku, Minggu 26 September 2021.
Pantauan ponggawanews.com, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bone juga tak lagi menyiapkan BBM jenis premium. Salah satunya SPBU Boda Kelurahan Mattirowalie Kecamatan Tanete Riattang Barat.
Salah seorang petugas SPBU mengaku, BBM jenis premium resmi dihapus per hari Minggu. “Kemarin siang (Sabtu 25 September 2021), masih ada premium. Sekarang tidak dijual lagi,” 
Sebagai gantinya, Pertamina menyiapkan BBM pertalite dengan harga diskon. Di SPBU Boda, Pertalite harga diskon dijual Rp6.850 per liter.
“Tetapi hanya kendaraan tertentu saja yang bisa isi pertalite harga diskon. Yakni kendaraan roda dua, roda tiga dan kendaraan roda empat plat kuning. Kalau kendaraan pribadi, tetap harus pakai pertalite non subsidi,” ucapnya.
Dikonfirmasi ponggawanews.com, Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali mengaku jika diskon BBM Pertalite seharga Premium hanya bisa dirasakan kendaraan golongan tertentu. Di antaranya adalah kendaraan angkutan umum plat kuning, serta kendaraan roda dua dan tiga.
SPBU kata dia dilarang melayani dan berhak menolak kendaraan-kendaraan di luar golongan tersebut apabila ingin mengisi bensin Pertalite seharga Premium.
“Yang boleh cuma plat kuning aja sama motor. Selain itu nggak bisa. Mobil pribadi juga nggak bisa, kita bakal tolak,” jelasnya.
Laode menegaskan, apabila ada mobil pribadi atau kendaraan lain di luar golongan yang diizinkan, maka pihak SPBU wajib mengarahkan kendaraan tersebut untuk mengisi Pertamax ataupun Pertalite harga normal.
Ia juga menjelaskan, kebijakan penghapusan BBM jenis premium dilakukan untuk kepentingan pengendara sendiri. Menurutnya, BBM jenis premium hanya diperuntukkan untuk kendaraan keluaran tahun 80-an.
“Untuk sekarang, kendaraan itu diarahkan untuk mengkonsumsi BBM yang ramah lingkungan. Minimal pertaline RON 90,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian Bone, Khalil Syihab juga membenarkan adanya kebijakan penghapusan BBM Premium dari Pertamina. Kebijakan ini kata Khalil harusnya sudah berlaku sejak tanggal 20 September. “Tetapi mungkin karena ada beberapa pertimbangan khusus sehingga baru sekarang diberlakukan,” ucapnya.
Khalil mengaku, penghapusan BBM jenis premium merupakan program nasional yang sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu.
Dia menuturkan, harga BBM jenis Pertalite ini nantinya akan disubsidi oleh Pemerintah Pusat sehingga harga BBM tersebut tidak jauh berbeda dengan harga BBM Premiun.
“Harga pertalite diturunkan sebesar Rp1.000 per liter. Jadi hampir sama sebenarnya dengan harga premium. Cuma beda Rp400,” kuncinya.(Lp.RadarBone).

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)