Kapolres Ungkap Pokok Permasalahan Kamtibmas di Bone

Trans media Sulawesi.blogspot.com
0
Watampone,Dihadapan para calon kepala desa (Cakades), Kapolres Bone AKBP Ardyansyah, SIK mengungkap pokok permasalahan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kantibmas) di Kabupaten Bone. Dalam pemaparannya, pokok permasalahan Kamtibmas yang pertama adalah persoalan Intoleran atau radikalisme yang berujung kepada persoalan teroris, aksi kriminal, berita hoaks, pornografi/pornoaksi,
 permasalahan sara, peredaran narkoba, bencana alam dan wabah penyakit, perkelahian kelompok dan aksi unjuk rasa.
Kesemuanya itu dipicu karena kesadaran masyarakat akan Kamtibmas masih kurang, kondisi Kamtibmas dipengaruhi perkembangan global, dan penanganan Kamtibmas masih mengandalkan pihak kepolisian,” ungkap Kapolres Bone dalam acara penandatanganan pakta integritas Cakades baru-baru ini di Novena Hotel.
Ardyansyah juga menegaskan bahwa pemilihan kepala desa sarat akan kepentingan baik secara pribadi maupun politik apalagi pesta demokrasi ditahun 2024 semakin dekat.
“Menuju 2024 banyak kepentingan di dalamnya, sehingga persoalan Kamtibmas harus dijaga dengan baik,” pintanya.
Tak hanya itu, putra kelahiran Bone ini juga membeberkan situasi Kabupaten Bone saat ini jumlah penduduknya telah mencapai 812.842 jiwa tersebar di 328 desa 44 kelurahan 171 lingkungan dan 1.098 dusun. “Sementara jumlah personel Polres Bone haya 969 orang,” ujarnya.
Dalam menghadapi pesta Pilkades di 141 desa ada sejumlah potensi kerawanan yang patut semua dijaga. Itu diantaranya aksi protes dari para pendukung salah satu calon kepala desa dengan mengangkat isu guna menjelek-jelekkan calon lain. Kemudian kegiatan calon kepala desa pada saat menjelang dan sesudah melakukan pengerahan massa sehingga akan menyebabkan terjadinya bentrok antar pendukung.Tak hanya itu, salah satu calon kades dan pendukungnya tidak menerima baik hasil Pilkades sehingga akan melakukan aksi protes dapat berubah menjadi tindakan anarkis, mobilisasi pemilih dari luar desa yang masuk ke salah satu desa untuk memberikan dukungan kepala salah satu calon, penempatan TPS yang mengungtungkan salah satu calon sehingga akan menimbulkan reaksi protes dari calon lain.
Termasuk adanya calon kepala desa yang menggunakan orang dari luar untuk melakukan kampanye serta persaingan antar pendukung yang tidak sehat sehingga dapat memicu terjadinya konflik, adanya campur tangan dari pemerintah parpol atau ASN maupun anggota DPRD dengan tujuan menarik simpati dari warga untuk memberikan dukungan kepada salah satu cakades. “Dan yang terpenting juga tidak netralnya panitia pelaksana pemilihan, black campain dan money politik serta pengadiayaan terhadap panitia pemilihan kepala desa,”bebernya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolres Bone merekomendasikan agar koordinasi antar stakeholder seluruh tingkatan, menghimbau warga agar tidak mudah terprovokasi, berikan dukungan kepada panitia Pilkades agar tetap netral, distribusi logistik agar disesuaikan kondisi wilayah, penyelenggara Pilkades dituntut berperan aktif sambil bersinergi dengan semua pihak. “Dan apapun hasil Pilkades diharapkan semua pihak saling merangkul untuk membangun desa,” pintanya.
Diakhir penekanannya, Kapolres Bone juga berharap terhadap situasi Kamtibmas di Kabupaten Bone yaitu masyarakat sadar dan patuh hukum, masyarakat dewasa dan bijak dalam menghadapi perkembangan global, sinergi dan terpadu oleh semua komponen elemen masyarakat dan Sitkamtibmas yang kondisi. “Jika harapan ini dapat diwujudkan maka kondisi Bone aman dan nyaman,” imbuhnya. (*)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)